MAHASISWA UNISADHUGUNA INTERNATIONAL EDUCATION MENGUNGKAP HARTA KARUN INDONESIA DALAM BENTUK FESTIVAL KREATIF

Creative Discovery – Pameran penemuan ide kreatif bisnis dan karya seni mahasiswa UIC College
October 14, 2014
40 PELAJAR INDONESIA SIAP MEMASUKI UNIVERSITAS TERBAIK DI AUSTRALIA
October 14, 2014
Show all

MAHASISWA UNISADHUGUNA INTERNATIONAL EDUCATION MENGUNGKAP HARTA KARUN INDONESIA DALAM BENTUK FESTIVAL KREATIF

Jakarta 27 Agustus 2014, Dengan misi menyingkap kekayaan daerah tertinggal yang terpendam, mahasiswa UniSadhuGuna International Education (UIE) bekerja sama dengan Kementrian Pembangunan Daerah tertinggal dan Gerakan Daerah Terbarukan, menggelar Creative Sociopreneur,festival kreatif yang dikemas dalam bentuk Art Exhibition, Bisnis Plan Exhibition, Workshops, Competitions untuk menampilan Indonesia’s Hidden Treasures dari Kabupaten Sigi & Tambora untuk pertama kali di Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari serangkain kegiatan Grand Launching dari Kampus UIE di Kelapa Gading.
 
Indonesia adalah Negara yang mempunyai kekayaan yang berlimpah dengan harta karun yang banyak berupa sumber daya alam, budaya, panorama dan lainnya. Tapi disayangkan meski Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah, menurut data terakhir dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal masih ada 183 wilayah yang masuk kategori daerah tertinggal. Padahal jika di olah dengan baik harta terpendam ini merupakan modal Indonesia di masa depan untuk menjadi Negara kelas dunia.
 
Hal ini yang mendasari mahasiswa UIE untuk turut serta mendorong kemajuan ekonomi di daerah tertinggal dengan memperkenalkan kekayaan daerah tersebut kepada Khalayak luas “Melalui Creative Sociopreneur ini kami bermaksud mengajak generasi muda untuk peduli dalam program pengembangan Indonesia” Kata Dr.Simon Gower, Director of International Program, UniSadhuGuna International Education. “Di acara festival kreatif ini lah kami mendorong kreatifitas mahasiswa kami dan juga siswa/I SMA dan SMP untuk turut mengambil peran dalam memajukan daerah tertinggal Indonesia yang akan menjadi masa depan mereka dan kami rasa Festival Kreatif adalah cara terbaik untuk mewujudkan misi ini”.
 
Menurut Rudy Ersan, yang mewakili LSM Gerakan Daerah Terbarukan (GDT) dan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPTD) “Salah satu industri yang dapat di kembangkan di daerah tertinggal adalah industri kreatif.Bayangkan dengan kekayaan alam dan keindahaan keragamaan budaya Indonesia betapa luasnya kita dapat mengembangkan industri kreatif, dan jika berhasil tidak akan ada habisnya pemasukan Negara Indonesia tahun lalu saja, ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia sukses mencetak 119 triliun rupiah.1” Industri ini bahkan ditargetkan dapat tumbuh 6 persen atau senilai 700 triliun rupiah pada tahun ini, seperti diungkapkan Mari Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada Jakarta Post.
 
Untuk mewujudkan misi kami memajukan seluruh daerah tertinggal di tahun 2022 maka kami membutuhkan banyak strategis partner salah satu diantaranya adalah UniSadhuGuna International Education” Rudy Ersan menambahkan. “Kreatifitas yang di miliki anak – anak muda ini lah yang kami butuhkan, karena mereka lah nanti nya yang akan memajukan Indonesia, hari ini saja contohnya dalam acara Creative Sociopreneur saya melihat bagaimana dalam kreatifitas mahasiswa UniSadhuGuna membuka mata dunia akan kekayaan dan keindahan yang dimiliki daerah yang dikategorikan sebagai tertinggal yaitu Sigi dan Tambora. Jika banyak generasi muda yang mau turut serta kami semakin yakin bahwa kami dapat meninggalkan mata air untuk generasi muda dan bukan air mata”.
 
“Acara hari ini hanya merupakan salah satu contoh usaha kami dalam memenuhi kebutuhan pendidikan internasional yang berkualitas di Indonesia” Windy Ramelan, Tentu saja ini bukan yang terakhir kami akan terus mendorong mahasiswa kami untuk membawa perubahaan positif di dunia” tambah Windy.
 
UniSadhuGuna adalah lembaga pendidikan yang berdiri sejak tahun 1994 dan sejak itu UIE menawarkan program International Pathway Program, Yaitu program kuliah kurikullum internasional di mana mahasiswa dapat belajar 1 – 2 tahun di Indonesia lalu melanjutkan kuliah tahun terakhir di luar negeri. “Kami menawarkan model program perkuliahan yang akan mengantarkan para pelajar Indonesia meraih kesuksesan di tingkat global” kata Windy Ramelan, Director of UIE. Mahasiswa pun akan dibekali dengan pengetahuan teknis dan soft skill yang dibutuhkan mereka saat melanjutkan kuliah keluar negeri, ataupun bekerja nantinya setelah lulus, baik sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha. “Selain itu program kami dapat menghemat sampai dengan 75% biaya kuliah ke luar negeri” Windy menambahkan. UIE menawarkan program Uniprep – UNSW Foundation and UIC College yang menjalankan program diploma UK dari Edexcel.
 
Selain presentasi dan pidato dari para pakar pendidikan dan perwakilan Kementrian Pembangunan Daerah tertinggal, acara yang dihadiri oleh 200 pelajar SMA/SMP di seputar Jakarta dan Bekasi dimeriahkan oleh beragam rangkaian acara, Art Exhibition yang menampilkan keindahan Sigi dan Tambora dalam bentuk art installation.keindahan dan kekayaan alam Sigi dan Tambora, Business Plan Exhibition yang menampikan potensi bisnis baru dari Sigi and Tambora yang di buat oleh mahasiswa UIC Business, Typography Design and Business workshop dan salah satu Workshop yang di bawakan oleh Bruce Emond, Editor Senior dari The JSPEAK! Magazine by The Jakarta Post. Para pelajar SMA/SMP diajarkan tips dan trik untuk menulis pidato yang meyakinkan dan diberikan tugas untuk menulis pidato singkat mengenai mereka akan mempromosikan Sigi dan Tambora ke pada Secretary-General of the United Nations, His Excellency Ban Ki-moon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat